Materi 6 (Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara)



Alternatif strategi pembelajaran
keterampilan berbicara

Tidak hanya sekedar berlajar tentang bahasa. Belajar berbahasa pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi. Memiliki keterampilan berbahasa sangatlah penting artinya bagi siswa, karena dapat menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya dalam belajar mengajar. Akan tetapi banyak kejadian yang menyebutkan bahwa keterampilan berbicara sering menjadi momok menakutkan bagi siswa yang disebkan oleh rasa tajut, malu, tidak percaya diri yang mengakibatkan siswa sangat tertekan dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru dapat menerangkan berbagai strategi pembelajaran yang meliputi strategi pembelajaran langsung (ekspositori), strategi yang berpusat pada guru (teacher center strategis), strategi pembelajaran dedukatif, dan sistem pembelajaran heuristik. 
1.      Alternatif Strategi Pembelajaran Keterampilan Berbicara.
Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dapat disimpulkan bahwa didalam suatu strategi pembelajaran terdapat metode untuk menunjang jalannya strategi pembelajaran. Adapun beberapa strategi pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa antara lain :
a.       Strategi Pembelajaran KSUPP(p)
Siswa menceritakan pengalaman yang paling mengesankan yang sulit untuk dilupakan. Lepanjangan dari KSUPP(P) adalah :
·         Kisahkan (pembicaraan singkat guru tentang pengalaman pribadinya sendiri melalui foto-foto atau LCD
·         Siapkan (kegiatan siswa bertanya dengan teman sebangkunya)
·         Ulangi (pengelompokkan dengan teman satu tim yang terdiri dari 1-3 orang)
·         Fase pakai (terampil berbicara secara tepat, lancar, fasih sesuai dengan koreksi yang diberikan teman mereka)
·         Fase pamerkan (guru dapat mendengarkan pembicaraan siswayang harus perlu diperbaiki dan ditingkatrkan)

b.      Strategi Pembelajaran Kuantum.
Dapat dilihat dalam pembelajaran menyampaikan pengumuman yang baik dan ada yang kurang baikyang dapat diterapkan melalui metode diskusi dan tanya jawab dengan teknik koreksi sesama teman.

c.       Strategi Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Objek Langsung.
Media yang digunakan biasanya berupa objek langsung atau video. Contohnya lingkungan yang dari situ siswa dapat berimajinasi sesuai angan-angan mereka seperti disekitar sekolahan mereka terdapat pasar, terminal, atau lainnya. Sisa dapat ditugaskan untuk membuat catatan-catatan tentang apa yang terjadi, memilih objeknya sendiri agar mereka bersemangat melakukan pengamatan. Prosedur pembelajaran kooperatif meliputi penjelasan materi, belajaran dalam kelompok, penilaian dan pengakuan tim ( berupa pernyataan oleh guru tim siapakah yang menang).
d.      Strategi Pembelajaran Heuristik.
Metode ini diterapkan melalui metode penugasan, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi dengan teknik storytelling berbantu media personal photograpy (foto pribadi) yang dilengkapi dengan seri atau urutan kejadian. Tujuan dari penerapan ini dapat digunakan untuk menyiasati kekurangan buku dan pembiasaan pada siswa untuk belajar dirumah.

Pembelajaran berbicara berbasis masalah
Strategi dan pendekatan sebagai implikasi kurikulum 2013

Pembelajran berbasis masalah adalah salah satu bentuk pendekatan saintifik yang merupakan seperangkat model mengajar yang menggunakan masalah sebagai fokus untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, materi dan pengetahuan diri.

1.    Perencanaan pembelajaran berbicara berbasis masalah.
a.       Adapun karakteristiknya meliputi :
·      Pembelajran berfokud terhadap masalah.
·      Siswa memiliki peran dan tanggung jawab menyelesaikan masalah.
·      Guru sebagai fasilitator.
b.      Strategi yang digunakan guru bertumpu pada :
·      Penentuan tema yang akan menjadi topik masalah yang harus dipecahkan
·      Psoses interaksi dalam pemecahan suatu masalah.
·      Kemampuan guru dalam mengawalnya interaksi belajar.
c.       Tahap-tahap proses pemecahan masalah.
·      Tahap penyampaian ide-ide gagasan
·      Tahap penyampaian fakta yang diketahui
·      Tahap tehap mempelajari masalah
·      Tahap menyusun rencana tindakan
·      Tahap evaluasi
2.      Menentukan tujuan berbicara berbasis masalah.
Tujuan pembelajaran berbicara adalah membangun keterampilan berbicara kepada siswa yang memliki kemampuan mengkomunikasikan ide, gagasan, perasaan, dan pendapatnya kepada orang lain.
3.      Mengidentifikasi masalah.
Kriteria-kriteriapemberian masalah yang dapat dipecahkan oleh peserta didik (Arcands (Abbas,2000, dalam Hasan 2014:246)) antara lain :
a.       Autentik (berakat pada kehidupan nyata)
b.      Jelas (dirumuskan dengn jelas)
c.       Mudah dipahami
d.      Luas dan sesuai tujuan pembelajaran
e.       Terintegrasi dengn berbagai mata pelajaran
f.       Bermanfaat
4.    Menentukan materi pembelajaran berbiara.
Masalah pembelajaran berbicara dapatdiidentifikasikan dengn cara :
a.       Materi pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
b.      Matrei pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diinginkan.
c.       Materi pembelajarn harus mampu merangsang peserta didik untuk berfikir kreatif.
d.      Materiyang diajarkan mampu menumbuhkan interistik peserta didik untuk menanggapi, menilai dan menganalisis fakta.
5.      Pendekatan saintifik dan strategi pembelajaran berbicara.
5 langkah strategi pembelajaran berbicara berbasis masalah:
a.       Tahap menyampaikan ide
b.      Tahap menyajikan fakta yang diketahui
c.       Tahap mempelajari masalah
d.      Tahap menyusun rencana tindakan
e.       Tahap evaluasi proses pemecahan masalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 9 (Strategi Pembelajaran Membaca)

Matrei 7 (REFLEKSI Praktek Keterampilan Berbicara)

Materi 3 (Strategi Berbahasa Menyimak)