Materi 2 (Keterampilan Berbahasa Menyimak)
HAKIKAT MENYIMAK
1.
Konsep Menyimak
Perbedaan antara
kegiatan mendengar, mendengarkan, dan menyimak adalah jika pada kegiatan
mendengar tidak ada unsur kesengajaan apalagi tujuan atau rencana, kegiatan
menengarkan sudah padti ada unsur kesengajaan dan tujuan atau rencana, dan yang
terakhir yaitu menyimak, didalam
kegiatan tersebut ada unsur kesengajaan, tujuan atau rencana dan tidak lupa
tentang pemahaman.
Menyimak merupakan
hal yang sangat penting didalam kehidupan dan didalam kegiatan komunikasi
juga.dari bayi kita sebenarnya sudah mulai dikenalkan dan diajarkan tentang kegiatan menyimak ini,
seperti contohnya yaitu mengucap kata mama, papa yang biasanya sering digumakan
orang tua ketika anak baru belajar menyampaikan kata pertamanya. Disitulah kita
tau bahwa anak memahami apa yang dicontohkan orang tuanya karena kegiatan
meyimak tersebut.
2.
Kaitan menyimak dengan keterampilan berbahaa
lainnya.
a.
Menyimak dan berbicara : harus
ada orang yang menjadi pembicara dan ada yang menjadi penyimak.
b.
Menyimak dan membaca : sama-
sama bersufat aktif-reseptif. Bedanya jika menyimak berasal dari sumber lisan,
sedangkan membaca bersumber pada bahasa tulis. Kesamaan keterampilan tersebut
sama-sama bertujuan memperoleh informasi atau pengetahuan.
c.
Menyimak dan menulis : hubungan antara kedua
keterampilan berbahasa ini lebih pada manfaat hasil menyimak terhadap kegiatan
menulis. Inti dari apa yang diterima penulis dari hasil menyimak dapat
dituangkan dalam tulisan.
3.
Menyimak sebagai suatu proses.
Banyak orang
beranggapan bahwa proses menyimak merupakan kegiatan yang bersifat pasif.
Padahal dalam proses menyimak minimal harus melewati tahapan-tahapan
mendengarkan, memahami, menafsirkan. Dengan begitu menyimak dapat dipandang
sebagai kegiatan mental yang berarti juga bahwa kegiatan menyimak merupakan
kegiatan aktif-reseptif. Tahap-tahapan menyimak antara lain :
a.
Tahap mendengar : mendengarkan
segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara.
b.
Tahap memahami : pemahaman isi
ujaran dengan cara mengolah bunyi-bunyi bahasa menjadi satuan bahasa yang
bermakna.
c.
Tahap menginterpretasi :
menafsirkan isi.
d.
Tahapan mengefaluasi : menilai
keunggulan, kelemahan, kebaikan dan kekurangan yang harus diterima atau harus
ditolak.
e.
Tahap menanggapi : penyimak
mengungkapkan hasil akhir dari kegiatan menyimak. Pernyataan setuju/ tidak
setuju isi pembicaraan yang diujarkan pembicara.
Seseorang dapat
dikatakan berhasil dalam menyimak jika dia mempunyai kemampuan memahami,
menganalisis dan mengidentifikasi.
4.
Menyimak Berdasarkan Tujuan.
a.
Menyimak untuk belajar
:pengetahuan didapatsecara formal maupun nonformal contoh disekolahan, kampus
atau lembaga kursus.
b.
Menyimak untuk hiburan :
berhubungan dengan dunia kesenian.
c.
Menyimak untuk menilai :
penilaian atas suatu pembicaraan yang dianggap benar atau salah.
d.
Menyimak untuk mengapresiasi :
penyimak dapat menyertakan perasaannya pada hal-hal yang disimaknya.
e.
Menyimak untuk memecahkan
masalah : memperoleh suatu informasi yang berdampak pada pemecahan suatu
masalah contoh guru Bk yang memberikan solusi pada siswanya, yang dimana guru
sebagai penyimak dan siswa menjadi pembicara dalam hal tersebut.
Komentar
Posting Komentar